Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kalau teman-teman sedang melaksanakan ibadah haji atau umrah dan memiliki kesempatan mengikuti city tour di Makkah, salah satu destinasi yang hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan adalah Jabal Rahmah.
Bukit yang berada di kawasan Padang Arafah ini menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi jamaah dari berbagai negara. Selain karena nilai sejarahnya, suasana di sekitarnya juga selalu ramai oleh jamaah yang ingin berdoa, berfoto, atau sekadar melihat langsung salah satu lokasi yang sangat terkenal di Tanah Suci.
Jabal Rahmah sendiri memiliki arti "Bukit Kasih Sayang". Di puncaknya berdiri sebuah tugu berwarna putih yang menjadi penanda lokasi dan menjadi ikon utama tempat ini.
Di masyarakat muslim beredar kisah bahwa Nabi Adam AS dan Siti Hawa dipertemukan kembali di tempat ini setelah diturunkan ke bumi dan berpisah dalam waktu yang lama. Kisah tersebut sangat populer dan dikenal luas, meskipun tidak memiliki dalil sahih yang memastikan lokasi pertemuan keduanya berada tepat di Jabal Rahmah. Wallahu a'lam.
Karena kisah itulah, banyak jamaah yang datang sambil memanjatkan doa, termasuk doa memohon dipertemukan dengan jodoh yang baik, diberikan keluarga yang sakinah, atau memohon keberkahan dalam rumah tangga. Pada dasarnya, berdoa bisa dilakukan di mana saja, dan tidak ada tuntunan khusus yang menyebutkan bahwa doa jodoh harus dipanjatkan di Jabal Rahmah. Namun, banyak orang memanfaatkan momen berada di tempat bersejarah ini untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Saat saya berkunjung ke sana, suasananya benar-benar ramai. Jamaah dari berbagai negara silih berganti menaiki bukit menuju tugu di puncak. Ada yang duduk sambil berzikir, ada yang berdoa dengan penuh harap, ada pula yang mengabadikan momen bersama keluarga atau rombongan.
Dulu, saya sempat melihat banyak coretan nama pada tugu maupun papan tulis yang tersedia di sekitar area. Bahkan ada jamaah yang menuliskan nama dirinya dan pasangannya sebagai simbol harapan agar berjodoh. Saat itu juga ada orang yang menyewakan spidol kepada para pengunjung.
Kalau mengingat momen tersebut, saya jadi tersenyum sendiri.
Awalnya saya hanya ingin berfoto seperti jamaah lainnya. Namun karena melihat banyak orang menuliskan nama mereka di papan, saya pun ikut penasaran. Sayangnya, ketika giliran saya tiba, semua spidol sudah dipakai orang lain.
Akhirnya...
Saya tetap "nekat" menuliskan nama saya dan calon istri menggunakan jari di permukaan papan tulis sambil tertawa sendiri. 😂 Ya, namanya juga masih muda waktu itu. Yang penting bukan tulisannya, tetapi doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT.
Sekarang jika mengingat kejadian tersebut, rasanya menjadi kenangan yang lucu sekaligus berkesan.
Saat ini, pengelola kawasan Jabal Rahmah terus mengimbau para jamaah agar tidak mencoret-coret tugu maupun fasilitas umum, demi menjaga kebersihan dan kelestarian tempat bersejarah ini. Sebagai tamu Allah, sudah sepatutnya kita ikut menjaga kebersihan, mematuhi aturan yang berlaku, serta menghormati nilai-nilai yang ada di lokasi tersebut.
Bagi saya, Jabal Rahmah bukan sekadar tempat untuk berfoto atau menikmati pemandangan. Tempat ini menjadi pengingat bahwa setiap doa terbaik seharusnya hanya dipanjatkan kepada Allah SWT, di mana pun kita berada.
Semoga Allah menerima setiap doa yang kita panjatkan, memudahkan segala urusan, memberikan pasangan yang saleh atau salehah bagi yang belum menikah, serta mengundang kita kembali menjadi tamu-Nya di Tanah Suci.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bagaimana Cerita Pengalaman Anda?





0 komentar:
Posting Komentar