skip to main | skip to sidebar

Cpchenko Ichi Blog

Mencari dan Mempelajari tentang Ilmu Agama, Ilmu Hukum, Bisnis and Ilmu Umum Lainnya

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Facebook
  • Twitter
  • Master Software
  • Solusi Kesehatan
  • Solusi Percintaan
  • Jalan-jalan
  • Master Game
  • Pendidikan Hukum
  • Informasi & Tips
  • Rayuan & Humor
Home » Dunia Seputar Kesehatan » Gula Itu 'Racun', Harus Diatur Juga Seperti Rokok dan Alkohol

Jumat, 03 Februari 2012

Gula Itu 'Racun', Harus Diatur Juga Seperti Rokok dan Alkohol

Diposting oleh Cpchenko Ichi Blog di 16.17 Label: Dunia Seputar Kesehatan
Tak banyak orang yang menyadari sudah kecanduan gula. Padahal kecanduan gula sama seriusnya dengan kecanduan alkohol dan narkoba. Ada racun dibalik kalori gula yang dapat membunuh Anda secara perlahan. Untuk itu, penjualannya juga harus diatut layaknya rokok dan alkohol.

Makanan dan minuman yang mengandung banyak gula bertanggungjawab untuk penyakit berbahaya seperti obesitas (kegemukan), kanker, penyakit jantung dan masalah hati. Bahkan, gula berkontribusi pada 35 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.

Untuk itu, para ilmuwan mengatakan penjualan gula harus benar-benar diatur serta dikendalikan melalui perpajakan dan undang-undang, seperti juga -penjualan rokok, narkoba dan alkohol.

"Gula hanya membuat orang gemuk, dampaknya lebih besar dari sekedar memperbesar ukuran lingkar pinggang. Sedikit gula tidak menjadi masalah, tapi dalam kadar banyak bisa membunuh Anda secara perlahan," jelas peneliti dari University of California San Francisco dalam jurnal Nature.

Selain dapat menyebabkan obesitas (kegemukan), gula juga dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh, meningkatkan tekanan darah, hormon tidak seimbang dan merusak hati.
Menurut peneliti, kerusakan akibat gula bisa tercermin seperti dampak kesehatan dari alkohol. Parahnya, konsumsi gula di seluruh dunia meningkatkan 3 kali lipat selama 50 tahun terakhir dan dipandang sebagai penyebab pandemi obesitas.

"Obesitas hanya salah satu gejala dari keracunan gula, yang berjalan jauh dari sekedar kalori tinggi," jelas Dr Robert Lustig, pemimpin studi, seperti dilansir Dailymail, Kamis (2/2/2012).

Gula beracun melampaui kalorinya. Peneliti Dr Claire Brindis mengatakan bahwa masyarakat perlu informasi lebih baik tentang bahaya gula dengan pendekatan yang luas, sama dengan yang berlaku pada tembakau dan alkohol.

Tim peneliti menyarankan model seperti pajak pengadaan penjualan khusus, pengendalian akses dan persyaratan perizinan, pengetatan pada mesin penjual otomatis dan snack bar yang menjual produk gula yang tinggi di sekolah dan tempat kerja.

"Dalam rangka untuk memindahkan jarum kesehatan, masalah ini harus diakui sebagai keprihatinan mendasar di tingkat global," tegas Dr Claire Brindis.

Related Post:



Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

CUAN TAMBAHAN:

  • PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork

Cara melanjutkan Baca/Download

cara downlaod software :

1. klik file yang akan di download
2. tunggu sampai muncul "SKIP AD" (pojok kanan atas) dan klik "skip ad"
3. klik download
4. masuk kan (Verification Code) kemudian klik download.

atau cuma ingin melanjutkan BACA Blog :

1. klik file yang akan di buka
2. tunggu sampai muncul "SKIP AD" (pojok kanan atas) dan klik "skip ad"

terimakasih atas kunjungan anda...
Jagan Lupa,Tinggalkan Pesan Di CBox..Paling Bawah

Total Pengunjung Saya

Popular Posts

Pengikut Saya

Pengunjung Blog Saya

Terjemahan

Cuan Tambahan

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork
 

© 2022 Cpchenko Ichi's Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Sagita Catur Pamungkas | cpchenko.blogspot.com